Minggu, 05 Juni 2016

CANDI ...Bukti Keluhuruan & Kebesaran Peradaban Nenek Moyang Bangsa Indonesia.

Membicarakan betapa hebatnya Indonesia, baik dari segi kekayaan Sumber daya alam, maupun kekayaan dan keanekaragaman budaya tak kan pernah habis kita dibuat kagum dan terperangah. Ya....di tengah gencarnya berita-berita dan isu negatif yang berkembang di media masa dan media elektronik tentang berbagai kejadian degradasi moral yang melanda berbagai dimensi kehidupan bangsa ini, kita tentu merasa jengah, miris, prihatin, pesimis akan masa depan bangsa kita. Oleh karena itu menggali kembali sejarah kebesaran bangsa kita semoga menjadi setitik embun pemuas dahaga itu.
Ok kawan bahasan saya kali ini tentang Candi sebagai bukti tak terbantahkan bahwa bangsa kita berasal dari nenek moyang yang luar biasa maju perdabannya.
Kita semua tahu, pembangunan candi tidak dilakukan asal-asalan. Bahkan butuh waktu yang tidak sebentar, sepertihalnya Candi Borobudur yang membutuhkan waktu 100 tahun untuk membangunnya. Bahkan kita pun bisa melihat sendiri kualitas bangunan candi itu yang masih mampu berdiri kokoh, sekalipun beberpa kali guncangan alam sempat menggoyangnya juga sempat menenggelamkannya. Bangunan Candi Borobudur jelas lebih berkualitas dibandingkan bangunan Jembatan di Tenggarong, Kalimantan Timur yang runtuh beberapa waktu lalu.
Ketidak-asal-asalannya pembangunan candi oleh para leluhur bangsa ini mengundang manusia kekinian berdecak kagum. Hal itu masih jadi pembahasan yang ramai beberapa pihak terkait. Pasalnya, dari pembahasan itu dikeluarkan sebuah teori tentang rumus arsitek atau struktur ruang bangun yang mencengakan. Karena seperti yang dilangsir dari http://detik.com pada 2011 lalu, Candi Borobudur dibangun antara tahun 750 dan 842. Namun siapa sangka candi tersebut dibangun dengan menggunakan perhitungan matematika yang baru dikenal pada sekitar tahun 80-an. "Candi Borobudur bersifat fraktal, sebuah struktur geometri kontemporer yang baru dikenal pada dekade 80-an di ilmu matematika modern," kata peneliti Bandung Fe Institute, Rolan MD, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (14/11/2011). Penelitian tersebut berlangsung sejak 2008 hingga 2011. Dari penelitian itu diketahui bahwa candi-candi di Pulau Jawa dibangun secara algoritimik atau seperti proses pembuatan program komputer, dengan mengikuti prosedur otomata selular totalistik. "Riset ini juga menunjukan arahan bahwa seluruh candi dibangun dengan rumus yang sama, namun memiliki kondisi inisial dan aturan pembangunan yang berbeda," imbuh Rolan. Suatu hal yang tidak terduga bahwa ilmu matematika modern telah diadaptasi dalam pembangunan candi yang memiliki tinggi asli 42 meter ini. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada abad 8-9, peradaban Jawa telah membangun karya seni 3 dimensi yang sangat kompleks, seperti Candi Borobudur dan Prambanan. "Rumusnya sama tapi penyusunanasana berbeda" tandasnya (kompasiana.com)
Jelaslah kawan, bangsa Indonesia telah menempatkan dirinya sejajar bahkan lebih maju peradabannya dibandingkan beberapa bangsa lainnya sejak dulu. Keberlimpahan kekayaan dan potensi alam, Sumber Daya Manusia, keragaman budaya dan potensi sosial adalah modal utama yang sangat mahal yang tidak semua bangsa lain miliki. So...kita tinggal melanjutkan estafet keluhuran peradaban bangsa ini mulai saat ini dengan belajar...belajar,,,belajar banyak hal dan mengaplikasikannya agar ternikmati kebermanfaatannya untuk orang banyak.Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang banyak manfaatnya untuk sesama?Let's do the best!

Sabtu, 28 Mei 2016

PESONA CURUG CIBEUREUM


Jikalau kita berkunjung ke kawasan wisata di utara Sukabumi, tak lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi curug yang satu ini. ya namanya Curug Cibeureum. Di Sukabumi utara banyak tersebar kawasan wisata seperti Taman Selabintana, Pondok Halimun, dan tentunya Gunung Gede Pangrango. Nah travelers di kaki gunung inilah Curug Cibeureum tersembunyi.Curug Cibeureum ini memiliki ketinggian terjunan air 54 meter dan berada di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), dengan ketinggian sekitar 1050 meter dari permukaan laut (dpl).Curug ini secara administratif terletak di kawasan wisata alam ”Pondok Halimun/PH” di hulu Sungai Cipelang, tepatnya di Desa Perbawati dan Desa Sundajaya Girang Kecamatan Karawang,Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. 

Berjarak  +/- 10 km dari pusat kota Sukabumi.  Untuk menuju kawasan wisata Pondok Halimun ini ada dua.  Pertama, dari arah Salabintana, dimana (bila menggunakan kendaraan umum) dari kota Sukabumi naik angkot jurusan Salabintana (sebelumnya dari terminal Sukabumi naik angkutan kota turun di Bhayangkara), dengan jarak tempuh sekitar 7 km dengan ongkos berkisar Rp 4000 per orang.  Turun di pemberhentian akhir kawasan wisata Salabintana.  Dari Salabintana lalu berjalan kaki melewati jalan setapak selama satu jam menuju Pondok Halimun dengan jarak tempuh sekitar 2 km.   Akses masuk jalan setapak tersebut berada di sebelah kanan sebelum pintu masuk kawasan wisata Selabintana.  Jalan setapak ini nantinya melewati pinggir kawasan tersebut. 

Kedua, langsung menggunakan kendaraan sepeda motor, mobil atau angkutan umum hingga ke pintu gerbang kawasan Pondok Halimun. 


Letak Curug Cibeureum ini sendiri sekitar 2,5 km dari pintu masuk Pondok Halimun.  Ada dua trek menuju kesana. Jika memilih jalur lurus, pengunjung akan menemukan jalan setapak sepanjang 3,2 km. Sedangkan jika memilih jalur belok ke kanan pengunjung akan menemukan jalan berbatu yang bisa dilewati kendaraan. Jalannya lebih jauh memutar, namun bisa menikmati pemandangan Sukabumi dan Cianjur dari atas bukit.  Dua trek ini berujung pada satu jalur yakni trek pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki.

Medan jalan setapak menuju curug cukup lumayan sulit dan melelahkan. Ada trek tanah berbatu, ada pula yang berbentuk tangga yang terus menanjak. Bahkan sesekali, harus memegang akar tanaman agar bisa melewati jalur tanpa terjatuh.  Udara di sepanjang trek sangat lembab, karena di kiri dan kanan jalan ditumbuhi pepohonan rindang, sehingga sinar matahari pun hanya tembus lewat celah dedaunan yang lebat. 





Tapi ga usah khawatir travelers, selama perjalanan kita dimanjakan oleh pemandangan, suasana alam dan gemericiknya aliran air sungai yang sangat jernih dan menyejukan. Oh ya saya kebetulan kesana bersama keluarga. Alhamdulillah jalur ke curug cibeureum cukup aman dan menyenangkan untuk anak-anak juga loh! buktinya anak-anak saya yang berusia 13th, 9 th dan 5 tahun aja kuat kok hiking sampai curug. So.... travelers jangan khawatir ya kalau mau berkunjung kesana bersama keluarga tercinta
!

Dieng ...Negeri di Atas Awan

Alhamdulillah dua kali dapat kesempatan jalan-jalan gratis ke Dieng dan sekitarnya. Meskipun Desember 2015 ini merupakan perjalanan ke-2 bagi saya, tapi pesona Dieng tak pernah memudar malah tambah menakjubkan.Ya berbagai obyek Wisata Menarik bisa travelers jumpai di Negeri Para Dewa ini. Wisata alamnya yang asri dan alami cocok bagi anda yang merindukan suasana pegunungan sebagai alternatif berlibur. Puing Sejarah yang tersisa di dataran Tinggi Dieng pun menarik untuk disimak. Latar belakang Kisah yang melingkupinya bisa menjadi penambah wawasan selagi anda berwisata. Oh ya suhu udara Dieng relatif Dingin ( antara 8 derajat celcius hingga 15 Derajat celcius, Bahkan bisa mencapai 0 derajat pada malam hari di musim-musim tertentu ). Meski begitu, ternyata hal tersebut tidak menghalangi antusias Wisatawan yang statistik jumlah kunjungannya semakin hari semakin meningkat.enurut sejarah, dataran tinggi Dieng disebut sebagai tempat para dewa dewi tinggal. Nama Dieng sendiri diambil dari bahasa Kawi: “di” yang artinya tempat atau gunung dan “Hyang” yang artinya dewa. Sehingga Dieng berarti daerah pegunungan tempat dewa dewi bersemayam. Sedangkan sejarah lain ada yang mengatakan jika nama Dieng berasal dari bahasa Sunda “di hyang”, karena diperkirakan pada abad ke-7 Masehi daerah ini berada dalam wilayah politik kerajaan Galuh. Selain karena keindahan tempat wisatanya, Dieng juga terkenal sebagai tempat yang kental akan spiritual karena di sini terdapat candi-candi kuno bercorak Hindu dengan arsitektur yang unik. Berada di ketinggian 2.093 mdpl, dataran tinggi Dieng Wonosobo memiliki udara yang sejuk lengkap dengan kabut saat matahari tidak muncul di langit. Dengan kisaran suhu 15 sampai 20 derajat Celcius, Dieng Wonosobo memiliki beberapa tempat wisata yang sayang untuk Anda lewatkan. Beberapa peninggalan budaya dan alam yang dijadikan sebagai objek wisata dan dikelola bersama oleh dua kabupaten(Banjarnegara dan Wonosobo) diantaranya : 1. Telaga warna

Telaga warna adalah salah satu landmark dari wisata Dieng Wonosobo. Nama Telaga Warna diambil karena telaga ini memiliki warna yang berbeda-beda. Telaga Warna ini memiliki legenda tersendiri. Menurut legenda warga sekitar, warna yang muncul di permukaan telaga tersebut karena zaman dahulu kala ada cincin milik bangsawan yang jatuh ke dalam telaga tersebut. Secara ilmiah, warna yang berbeda dari telaga tersebut karena adanya pembiasan cahaya pada endapan belerang di dasar telaga.

 2. Bukit Sikunir
Ingin melihat sunrise? Anda bisa datang ke Bukit Sikunir. Bukit ini adalah bukit yang terkenal di kalangan wisatawan sebagai tempat berburu sunrise. Bukit Sikunir terletak di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Jawa Tengah. Bukit Sikunir berada pada ketinggian 2.200 mdpl. Dinamakan bukit Sikunir karena bukit ini banyak membuat wisatawan ketagihan berburu sunrise. Warna sinar matahari yang kekuningan seperti kunir membuat masyarakat setempat menamainya sikunir. Kunir adalah bahasa Jawa dari kunyit.

 3. Kawah Sikidang

Dataran tinggi Dieng Wonosobo memiliki beberapa kawah yang indah, yaitu Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, dan Kawah Sileri yang masih aktif. Kawah Sikidang adalah salah satu kawah yang dijadikan andalan tempat wisata di Dieng dan berlokasi di wilayah Dieng timur. Pemandangan di sekitar kawah ini sangat indah, perpaduan hamparan bukit hijau dan tanah kapur di sekitar tanah kawah. Diberi nama Sikidang karena kolam magma di kawah ini sering berpindah-pindah seperti Kidang (bahasa Jawa untuk hewan Kijang). Gejolak magma di kawah ini juga cukup tinggi, antara setengah hingga satu meter. Kawah Sileri merupakan salah satu kawah terbesar di dataran tinggi Dieng dengan luas sekitar 4 hektar. Anda dapat mencapai kawah ini dengan perjalanan sejauh 7 km dari kawasan wisata utama Dieng.

 4. Candi Arjuna
Candi adalah sebuah simbol kepariwisataan di Dieng. Candi jugalah yang membuat Dieng menjadi tempat yang sakral. Di sini terdapat banyak Candi Hindu yang tersebar di berbagai lokasi. Candi-candi yang terdapat di Dieng diberi nama sesuai dengan tokoh Mahabarata. Ada Candi Bima, Arjuna, Gatot Kaca, Srikandi, dan lain-lain. Model bangunan candi di sini mengikuti bentuk candi di India dengan ciri khas arca dan relief yang menghiasi bangunan candi.












 5. Dieng Plateau
Terletak di ketinggian kurang lebih 2000m DPL , Dieng disebut-sebut sebagai dataran tinggi berpenghuni Tertinggi kedua setelah Tibet. jadi pantas jika Dieng dijuluki atapnya pulau Jawa. Ketinggian tersebut berpengaruh pada suhu udara rata-rata di Daerah ini. Dalam kondisi normal, suhu udara di Dieng antara 15 hingga 10 derajat celcius, namun memasuki musim-musim kemarau (seperti di awal juni -agustus) suhu udara di Dieng bisa mencapai 0 derajat celcius. Pada musim kemarau tersebut, anda bisa menyaksikan bagaimana ekstrim suhu udara di Dieng mampu membekukan embun di pagi hari. Masyarakat Dieng menyebut fenomena tersebut dengan istilah Bun Upas atau embun racun (dinamakan embun racun karena embun beku yang menempel pada tanaman dapat merusak tanaman seperti pada tanaman Kentang dan Kobis - komoditas utama masyarakat Dieng dalam bidang pertanian). So... Travelers sebenernya masih banyak destinasi wisata di Dieng yang belum saya ulas. lain waktu kita sambung lagi ya di cerita Dieng negeri di atas awan part 2 # Yuk Exsplore Indonesia Indahnya Negeriku

My First Trip as Backpaker…… 2D1N in Malaysia


Alhamdulillah, akhirnya saat-saat yang dinanti-nanti akhirnya tiba! Tanggal 7 – 8 Maret 2016 jadwal penerbangan perdanaku ke luar negeri, (Terima kasih Air Asia telah membuka promo penerbangan low cost September’2015 , dapat tiket PP berdua with my luv hubby, yang tentunya sangat membantu saya sebagai backapaker pemula .hehehe yang sering-sering ya promonya ! ) Meskipun baru sebatas negeri tetangga kita,hehehe ……… Malaysia. Yup..kenapa negeri pertama yang wajib dikunjungi adalah Malaysia, dengan berbagai alasan dan pertimbangan saya memutuskan bahwa pengalaman perdana ala backapakeran ini dimulai dari negera terdekat yang notabene baik biaya, waktu, budaya, makanan maupun suasananya tidak berbeda jauh dengan Negara kita plus bebas visa. Namanya juga jelong-jelong sendiri tanpa agent travel atau travel guide. So.. saya cari yang aman-aman dulu aja deh.hehehe. Alasan kedua Malaysia adalah Negara tetangga serumpun yang paling dekat dan merupakan adik bagi Indonesia (but why? Sampai saat ini si adik malah lebih maju pendidikan, perekonomian dan pembangunnanya dibandingkan Indonesia kakaknya). Kenapa saya bilang Malaysia adik Indonesia atau bahkan bisa dikatakan murid Indonesia? Karena ingat ga traveler Malaysia merdeka setelah negera kita merdeka, terus sekitar taun 70-an Malaysia meminta bantuan Negara kita untuk mengirimkan guru-guru terbaiknya ke Negara mereka. Bertahun-tahun kegiatan ini berlangsung. Intinya bahwa dulu Malaysia sangat respek terhadap Negara kita. Tapi liat kenyataannya sekarang? (udah ah ga usah dibahas …. Nanti menyulut something.hehehe. lebih baik saya ceritakan pengalaman saya aja ya traveler daripada ngomongin politik) Setelah prepare semua mulai dari dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti Pasport, tiket pesawat pulang pergi dan tiket booking hotel disana (Terima Kasih Traveloka yang telah memberikan promo murah abis nginap@ First World Hotel Genting Highland Malaysia. Saya Cuma bayar 143.000,- plus pajak,(harga normal 1.6jt/ malam) di hotel bintang 3 pemecah record guinnes of the record sebagai hotel terbesar dan terbanyak kamar di dunia. Bayangin aja traveler mereka memiliki 61800 kamar. Da saya dapat kamar no 1.604 di lantai 13 tower 1……view-nya luar biasa alias amazing ). Bawa baju secukupnya untuk dua hari satu malam. Berhubung saya berangkat berdua bersama my luv hubby, hehehe akhirnya kita niatkan untuk liburan romantic bareng doi. Hehehe itung-itung honeymoon pernikahan kami yang ke-15 tahun. Cuit….cuit jangan iri ya traveler). Dokumen-dokumen yang diperlukan sudah OK, begitu pula pakaianalat sholat, alat mandi, dan obat-obatan pribadi. Jangan lupa traveler bawa uang Ringgit secukupnya. Meskipun di Kuala Lumpur terutama di KL sentral banyak money changer yang menawarkan harga bersaing lebih murah dari yang saya beli di tanah air, di Indonesia kurs ringgit saat itu 3.300,-/ 1RM. Saya membeli Ringgit di KL Sentral hanya 3.100,-/ I RM). Setelah semua persiapan beres, jam 2 kami melaju menuju Sukarno-Hatta International Airport, terminal 3.


Perjalanan kami saat itu dari Terminal Depok naik Bis Damri khusus bandara (tarip Rp 60.000,-/ org. Lumayan nyaman bisnya, ber-AC, Free- Wi-Fi dan cepat. Sejam kurang kami akhirnta tiba di bandara. Saat itu masih jam 3 dini hari suasana terminal 3 masih lengang. Hanya terlihat beberapa bule Eropa dan Timur Tengah yang menunggu tiba saatnya pengecekan oleh para petugas bandara. Oh ya traveler, saya mendapat jadwal penerbangan jam 06:35 WIB , dan diperkitankan tiba jam 09:25 waktu KL (pertimbangan saya pilih penerbangan paling pagi, agar tiba di KL pagi-pagi dan saya punya banyak waktu untuk eksplore situasi disana sebelum bertolak ke Genting Higland nanti dari KL) Tepat jam 04:00 WIB antrian calon penumpang masuk satu persatu pintu pengecekan barang oleh petugas, dan setelah itu saya langsung menuju mesin Self-Chek-in Air Asia yang tersedia disana. Mudah dan cepat prosesnya. Cukup memperlihatkan kode booking tiket dan passport yang kita miliki. . Setelah selesai prosesnya, mesin tersebut akan mengeluarkan print out tiket penerbangan kita. Simple bukan? Kita tidak usah berlama-lama memunggu petugas tiket AirAsia datang. Oh ya saya tidak membawa barang banyak-banyak sehingga tidak perlu tambah bagasi. La wong cuma 2D1N ngapain bawa barang banyak kaya mau pindahan aja. Hehehe Sambil menunggu petugas imigrasi buka, saya dan suami melaksanakan sholat Subuh dan sarapan seadanya. Mengucap sykur pada Sang Maha Pemberi atas kesempatan trip ke luar negeri ini. Alhamdulillah proses di imigrasi lancar begitu pula ketika boarding pass, petugas AirAsia memanggil para penumpang berdasarkan urutan kursi terdepan, saat itu travelers saya dan suami mendapatkan Hot Seat no 5 E dan F. Alhamdulillah saya dan suami sama-sama mendapat kursi dekat jendela. Ada sedihnya sih ketika kami harus berpisah kursi, saya di kursi depan dan suami saya tepat dibelakang saya. OK traveler saatnya flight nih.

Pesawatnya nyaman dan agak luas. Penerbangan pun lancar, saya tidak bisa mengedipkan mata sekejap pun (saking excitednya kali. Hehehe maklum penerbangan perdana ke negeri orang). Sepanjang penerbangan saya tak hentinya mengucap syukur melihat pemandangan di atas sana dan ketika hanya hamparan awan yang begitu tenang menghiasi cakrawala, begitu pula ketika mendekat saya menyaksikan hamparan laut dan samudra menuju Kuala Lumpur International Airport (KLIA2) yang berada di Sepang, Malaysia. Ga sabar rasanya ingin menginjakan kaki di negeri jiran, tempat dimana banyak sodara kita yang menjadi penghasil devisa bagi Negara kita. Alhamdulillah kami mendarat dengan selamat@ KLIA2 Sepang Malaysia......Welcome to Malaysia....Banner besar ucapan selamat datang dari Petronas (Perusahaan Minyak terbesar di Malaysia kalau di Indo Pertamina kali)....Proses selanjutnya imigrasi....lumayan lama dan antriannya panjang sekali. Ketika saya perhatikan para petugas imigrasinya agak kurang ramah ya. ta ada senyum atau kata2 ramah tamah seperti halnya di negara kita. Makanya ketika bagian saya diminta foto depan kamera otomatis imigrasi mereka, saya candain foto gaya selfie dan sidik jari peace (harusnya dua telunjuk ketika pemeriksaan sidik jari)....spontan mereka tertawa dan said " not selfie and peace!hahahaha (kena deh mereka, abis cerius banget kerjanya). Proses imigrasi lancar selanjutnya saya langsung menuju lantai 1 mencari bis menuju KL Sentral, lumayan bisnya nyaman, murah dan berangkat sesuai jadwal (tidak ngetem menunggu penumpang)....Bangganya saya ketika di bis hampir sepanjang perjalanan diputar lagu-lagu TOP Indonesia, seperti rossa,afgan, Noah dan wali.
Tidak memakan waktu lama (1.5 jam) kami tiba di KL Sentral (situasinya ramai sekali karena semua jalur bis, kereta, bis turis, dll pasti bisa berangkat dari KL Sentral. Oh ya sebelum berangkat saya sudah membuat initerary sendiri dan alhamdulillah semuanya terwujud cuma ada beberapa perubahan waktu aja selama disana, jadilah seperti ini:







Hari ke-1

06:30 - 10:00 Flight from Sutta - KLIA2
10:15 - 12:00 KLIA2 - KL Sentral
12:00 - 13:00 Sholat, makan & belanja cemilan u di hotel (maklum di First Word katanya makanan                            mahal2)
13:00 - 14:45 Goes to Genting High Land
15:00 - 15:20 Naik cable car/ sky way menuju hotel First World
15:20 - 15:35 Jalan dari cable car station menuju hotel (melewati pusat hiburan indoor Genting High
                       land)
15:35 - 16:00 Check in Hotel
16:00 - 16:30 Istirahat, mandi & sholat
16:30 - 17:00 Perjalanan menuju Chine Swee Temple
17:00 - 20:30 Eksplore Chine Swee Temple
20:30 - 21:00 Kembali ke hotel & istirahat

 Hari ke-2
 04:00 - 07:00 breakfast, packing & siap2 check out
 07:00 - 08:00 Jalan-jalan sekitar wahana indoor Genting High Land
 08:15 - 08:30 Menuju cable car station
 08:30 - 08:50 Tiba di Tempat bis mau ke KL Sentral
 09:00 - 10:30 on the way KL Sentral
 10:30 - 11:30 Jalan-jalan di KL Sentral
 11:30 - 12:00 goes to Batu cave via Train
 12:00 - 13:00 Eksplore Batu Cave
 13:00 - 13:30 back to KL Sentral
 13:45 - 19:00 Keliling KL via Bis Hop on top (Mesjid Jameek, Dataran Tinggi Merdeka, KL Tower, 
                        Petronas dan Central Market)
19:00 - 19:10  Back to KL Sentral via Rapid KL
19:10 - 19:40  Sholat, Istirahat & waiting KL Exspress to KLIA2
20:00 - 20:30 Goes to KLIA2 by KL Exspress
20:30 - 21:00 Makan malam & check in via Air Asia On line Machine
21:00 - 21:25 Boarding Pass
22:30 - 00:00 Flight bact to Indonesia

Padat abis kan jadwalnya. hehehe maklum pengen dapat banyak dengan jadwal cuma 2D1N. OK travelers, ceritanya sampai disini dulu ya. nanti saya sambung cerita saya selama di tempat wisata Malaysia yang disebutkan di atas.