Minggu, 24 Juni 2018

Umrah Backpaker,My Unexpected Spritual Journey! (Part 1)

The Amazing Place in The World.... Kabah
Labaika Allohumma labbaik...Ya Alloh aku datang memenuhi panggilanMu! Setiap kudengar dan kubaca kalimat itu.Tak tahan lagi rasanya jiwa ini seakan-akan sudah jauh berada disana.Ya Alloh pantaskan aku,layakkan aku untuk Kau undang ke baitulloh,bermunajat di serpihan surgaMu dihadapan para kekasihMu!Itulah spiritku untuk mewujudkan resolusiku di tahun 2017 "Sujud syukur di tanah suci". Tak tertahankan lagi rindu ini membuncah sedemikian rupa jika kupandang baitulloh di sejadah cintaku.Mensyukuri atas segala karuniaNya yang tak terhingga kepadaku dan keluargaku selama ini. Suka duka,ujian demi ujian,baik ujian kesulitan maupun ujian kebahagiaan adalah dua hal yang tetap harus aku syukuri.Haji untuk kuota Indonesia ternyata harus menunggu sedemikian lamanya.Sehingga umroh menjadi salah satu pilihanku sblm bisa pergi berhaji.Umroh bagiku bukan hanya masalah mampu or tak mampu (buktinya banyak yg mampu baik secara fisik dan materil,tapi tak siap secara batin, atau sebaliknya siap secara lahir batin,tapi tak mampu secara materil,atau kah bisa jadi belum mau?karena msh ada skala prioritas yang lain?entahlah pikirku saat itu). Umroh bagiku bukan sekedar pergi ke tanah suci tapi lebih kepada petualangan spritual aktualisasi cintaku kepada Rabbku.Kalau toh harus kujalani dengan susah payahpun,aku rela.Karena pergi umroh atau haji bukanlah hal mencari kenyamanan,tapi esensinya melatih atau menempa diri,pengorbanan dan uji ketakwaan,yang tentunya tak mudah bagiku untuk mewujudkannya. Selain harus siap secara ilmu, mental,ruhani,jasmani.Tentunya persiapan mental meninggalkan keluarga dan tanggungjawab lainnya dalam jangka lama serta persiapan materil yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dan pahitnya harus siap jika hidup harus berakhir disana.Umroh bagiku totalitas cinta & pengorbanan seorang hamba kepada Rabbnya.Sering ku saksian testimoni orang2 yang secara kemampuan fisik atau materi imposible bisa ibadah ke tanah suci, tapi karena mereka yakin,dan mau "action" memulai berani ambil keputusan untuk berumroh, mereka bisa tiba disana dengan cara-cara yang mustahil dilakukan,tapi kalau Alloh berkenan dan berkehendak,maka kun fayakun tak ada yang tak mungkin terwujud! Reminder itu datang kembali menguatkanku ketika pada suatu acara pelatihan guru, ada sesi dimana dosenku berkata "Alloh memanggil kita 3x dalam hidup hambanya! 1x panggilan adzan sholat,1x panggilan haji/umroh dan 1x panggilan pulang selamanya! Bagaimana jika usiaku tak sampai untuk melaksanakan panggilan ke-2?Tamparan telak untuku saat itu! Ah mengapa aku berkecil hati? pikirku pada suatu hari.Bukankah Alloh Maha Pemilik segalanya.Kenapa aku tidak langsung minta kepadaNya? Pemilik tanah suci itu sendiri? Ya... banyak cara menuju Baitulloh menurut salahsatu artikel di blog yang pernah kubaca, salahsatunya pengalaman spiritual para backpaker dalam berumroh menjadi motivasi kuat jiwa petualanganku. Kembali memoriku menari mengingat cerita nenek moyangku dulu (almarhum kakek,nenek,uyut2) sebelum ada travel2 haji/umroh dan blm ada pesawat. Mereka berangkat haji dengan cara backpakeran? Berbulan2 naik kapal laut,melintasi samudra luas,berlabuh diberbagai negara,membawa bekal secukupnya tidak berlebihan,dan belum tentu selamat dari terjangan badai laut nan dasyat! Tapi niat kuat dan candu cinta kepada Rabbnya lebih dasyat dari rintangan yang menghadang,mereka pun bisa tiba dan kembali ke tanah air dengan selamat. Masa aku yang hidup dijaman teknologi & informasi secanggih ini masih berfikir kerdil bahwa berangkat ke tanah suci adalah sesuatu yang sulit dijangkau! Akhirnya setelah sekian lama aku pelajari pergi umroh cara backpaker.Baca-baca,tanya sana sini,dan chating dengan beberapa rekan serta para penulis blog umroh backpaker.Bissmillah September 2016 aku mantapkan hatiku bergabung dengan komunitas umroh backpaker yg digagas srikandi umroh backpaker mba buthet. Berbulan-bulan ku baca-baca,browsing pengalaman para backpaker,chatting dan kepoin grup umroh backpaker tanya ini itu,dan tentunya tetap minta pentujuk sama Alloh Yang Maha Baik,Alhamdulillah Alloh mantapkan hatiku memilih jalan ini menuju tanah suci! Umrah Backpaker? Why not! Time to action pikirku!Ketika bulan Oktober 2016 kubaca sebuah bc di grup wa komunitas umroh backpaker asuhan Tim UNO,tentang adanya promo terbatas tiket super murah Saudi Airlines jalur Kualalumpur-Jeddah-Cairo-Jeddah-Jakarta seharga 4.8jt! Aku langsung kontak salah satu timnya untuk ikut booking tiket tsb dan bergabung di grup wa edukasi umroh backpaker untuk keberangkatan 8-19 Maret 2017 via Saudi Arabian Airlines! Bergabung dengan 44 rekan backpakers lainnya dari berbagai pelosok nusantara! Ya Rabb bimbinglah aku, step by step aku ikuti setiap persiapan menuju Baitulloh,aktif di forum,datang ketika ada kopdar/gathering,ikut manasiknya mba buthet@asrama haji pd gede,dan tentunya memaksimalkan persiapan ruhani,mental,ilmu dan materil berupa dokumen2 penting yang dibutuhkan seperti pasport (yg sudah kumiliki 3th silam),visa umroh Arab Saudi,Visa Mesir,buku kuning maningitis,surat mahrom,asuransi travel,dan biaya land arragement /LA (hotel,makan,mutowif,citytour,dll yang didiskusikan bersama rekan backpaker lainnya sehingga biayanya bisa jauh lebih hemat namun tetap dapat fasilitas bintang.hehehe). Namun H-3 bulan ujian datang,putraku harus masuk perawatan pra & post operasi yang ke-13 & 14 saluran kemih dari ginjal ke kantung kemihnya. Satu bulan harus menjalani dua kali pembedahan membuat pecah konsentrasiku dalam persiapan menuju tanah suci. Apalagi untuk masalah biaya, Ya Rabb jangan Kau ciutkan nyali ini menuju baitulloh hanya karena ujian ini!pintaku disela2 doaku.Sebulan sudah putraku menjalani perawatan dan akhirnya diizinkan pulang. Alhamdulillah aku mulai fokus lagi.Namun ditengah2 persiapan tsb banyak nada-nada miring yang meragukan umroh via backpaker.Awas nanti penipuan,atau pesawatnya reschedule ga bs direfund lagi dananya, awas nanti terlantar,dan seribu alasan awas lainnya yang kembali menciutkan nyaliku. Manusiawi memang, selalu ada kekhawatiran menerjangku. Apalagi menurut beberapa pengalaman teman yg pernah kesana via travel reguler saja,katanya melelahkan,menyeramkan di tanah suci jangan coba2,nanti kesasar,ada karma, ga akan fokus ibadahnya kalau serba diurusin sendiri,dll. Jangan coba-coba deh kalau mau umroh! Apalagi ini backpaker di negeri orang tanpa pengalaman ke tanah suci sebelumnya! Ya Rabb aku serahkan segalanya padaMu,jikalau ini salahsatu caraMu mengujiku,aku tak takut selama Kau yang mengundangKu! Semakin hari semakin kuat keyakinanku apalagi disupport doa restu suami tercinta dan kedua orangtuaku! Dua hal tsb cukup menjadi kekuatan bagiku!Alhamdulillah 7 Maret ku berangkat ke Jakarta menuju meeting point di Kuala Lumpur,Malaysia esoknya bersua dengan 43 rekan-rekan seperjuangan backpaker lainnya yang datang dari berbagai pelosok nusantara!Kami berangkat bersama via dua maskapai penerbangan asing berbeda. Saudi Airlines & Qatar Airlines.Labaika Allohumma labbaik...Ya Alloh aku telah datang memenuhi panggilanMu! Semoga Alloh SWT berkenan menerima ibadah umrohku yang tak luput dari keterbatasan dan kekurangan!#TerimaKasih teman2 backpaker UBP,Tim UNO & Mba Buthet yg luarbiasa#blm bs move on#our next adventure is Al Aqso ...#


Timbaan sumur Zam-zam di jaman Rasululloh SAW
Eletric Umbrella@ Mesjid Nabawi


Perkebunan Kurma@Madinah

@Zam-zam Tower

Peternakan Unta@Hudabbiyah



Perpustakaanya Mesjid Haram

Masjidil Haram....Yang bikin betah abis

Jabal Uhud & Mesjid Abu Bakar

@Mesjid Kuba.... The first Mosque

Musium Harramain.....
Merinding banyak benda saksi bisu perjuangan dan kehidupan Rasulullah SAW bersama Para sahabat